Oleh Fajar Nur Rohmad[1]
![]() |
| on |
Pada kesempatan ini saya mencoba membuat kultum yang sumber utamanya dari buku pak Jamil Azzaini Yang ON.
Alhamdulillah rasa syukur kita
panjatkan kepada Allah SWT sang penguasa di alam raya ini. Shalawat salam tetap
tercurah kepada junjungan nabi Muhammad SAW sebagai rahmat semesta Alam.
Sebagai teladan kita semua dan kita menanti syafaat beliau di yaumil qiyamah.
Mari kita renungkan bersama.
Jika kekayaan bisa membuat orang
bahagia tentunya adolt merckle orang
yang terkaya di jerman tidak akan menabrakan dirinya ke kreta
Jika ketenaran membuat orang
bahagia tentunya michael jacskon
penyayi terkenal tidak akan minum obat
tidur hingga overdosis
Jika kecantikan bisa membuat
orang bahagia tentu marlin monroe artis cantik tidak akan minum alkohol dan obat
depresi hingga overdosis.
Ternyata bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu
bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya. Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri. Untungnya
kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Yang penting adalah
mensyukuri apa Yang Allah berikan kepada kita. Itulah kebahagiaan yang
sesungguhnya. [2]
Pada kesempatan kali ini kami
akan membahas tentang perubahan. Seperti
kata mutiara salah satu dari Ulama Gontor pernah menyampaikan “Jadikan hidup
sekali di dunia menjadi hidup yang berarti”. Marilah Hidup ini kita isi dengan
perubahan- perubahan yang positif. Syaratnya perubahan itu kita harus bergerak atau sering move on
dengan memaksimalkan 4 ON. 4 ON itu : vision, action, passion dan colaboration.
[3]
Dengan visi
orang akan mudah menemukan tujuan hidupnya lalu beraksi (action) sesuai visi
tersebut. Kita bisa menentukan action dengan passion yang sesuai. Karena,
pekerjaan yang bisa melesatkan kita pada pencapaian terbaik adalah pekerjaan
yang sesuai dengan passion. Lalu berikutnya adalah colaboration. Kita memerlukan
kolaborasi dengan orang lain dengan komunitas. Karena kita adalah makhluk
sosial.
Semoga manfaat



0 komentar:
Posting Komentar